Senin, 14 November 2016

Tradisi dan modernisasi



Tatar sunda merupakan wilayah(tanah,tatar,)yang menurut sumber setempat meliputi bagian barat pulau jawa,dengan batas sebelah timur,(sampai akhir abad ke-16) adalah sungai cimapali (kali pamali sekarang),tetapi kemudian batas itu pindah ke sebelah barat ke sungai cilosari.menurut Tome”pires,orang portugis,pada tahun 1513,batas sebelah timur adalah sungai Cimanuk.batas sebelah Barat Tatar sunda berupa laut yang memisahkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra,yang disebut selat sunda.letak selat ini sangat strtegis sehingga memiliki peranan penting dalam perjalananan sejarah Kawan ini.yaitu sebagai salah satu jalan yang dilalui rute perdagangan laut.Dalam tradisi spriritualitas,masyarakat sunda mendapat tekanan pada fakta bahwa segala bentuk gerakan atau praktik hanyalah kendaraan atau jalan untuk mencapai yang Hakiki.artinya,bentuk-bentuk peribadatan bukan yang esensidari ibadah,melainkan hanya sebagai sarana.yang terpenting adalah eling atau ingat bahwa sesungguhnya manusia harus selalu menjaga keselarasan dalam hidupnya untuk berkomunikasi dengan alam,Tuhan,dan semesamanya.Agar hidup lebih tenteram,damai,dan sampai pada kesempuranaan hidup.

  Menurut djamaris(1994:15)satra melayu (koba)dalam kedudukannya sebagai sastra daerah satra nusantara mencerminkan suatu nilai budaya yang dianut atau yang diembangkan oleh pendukung bahasa tersebut.maafat sastra daerah bagi masyarakat  saja amat besar.berbagai ajaran moral, nilai kehidupan,nilai hukum, dan nilai budaya dapat disampaikan melalui sastra.nilai-nilai yang ada dalam sastra nusantara seolah-olah abadi dan universal sehingga tidak jarang terjadi sastra yang dapat  tempat yang berbeda mengumandangkan nilai yang sama.

Menurut prof.soedjito sostro dihardjo SH.M.A guru besar sosiologi,sosiografi pada falkutas sosial dan politik UGM (tahun 1963) pernah mengatakan bahwa untuk mempelajari soal-soal agama maka haruslah ditetapakn  sesuatu  pandangan yang memandang agama sebagai kenyataan maka didalamnya termasuk agama primitif dan aliran-aliran agama baru dan dipandang sebagai suatu lembaga masyarakat.
Menurut curtz(1981),Aderson(1984),Robet Jay(1963),Molder(1983),Woodward(2001)
Hal ini berkaitan dengan terjadinya perubahan yang saangat signifikan terutama pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 di indonesia, saat ketika masyarakat indonesia mengalami proses modernisasi yang deras.dalam beberapa hal masa-masa tersebut merupakan masa yang cukup menentukan bagi perkembangan bangsa indonesia pada masa kemudian.bagaimana keterkaitan antara piihan terhadap tradisi sufisme,baik suni maupun filosofis dalam proses itu.
Didalam masyarakat,agama-agama itu menghadapi situasi dimana masyarakat yang menganut agama itu juga memiliki dan mematuhi serangkaian kebiasaan atau tradisi yang terutama diwarisi dari nenek moyang. Dalam hal ini, muncul suatu keadaan yang mengharuskan anggota-anggota masyarakat itu melahirkan suatu sikap. Sikap mana dapat berupa kepatuhan terhadap upacara agama atau setiap upacara tradisi. Selain mematuhi upacara agama dan melatar belakangi upacara tradisi, atau tetap melakukan upacara tradisi dan menolak upacara tradisi.Prof.Dr. Bungaran Antonius Simanjuntak(2010).
        












                             DAFTAR PUSTAKA


https://books.google.co.id/books?id=EmVMDAAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=tradisi+dan+modernisasi&hl=id&sa=X&redir
_eschttps://books.google.co.id/books?id=EmVMDAAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=tradisi,agama+dan+modernisasi&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=tradisi%2Cagama%20dan%20modernisasi&f=false
M.AG. Heny  Gustini   Nuraeni  Dra dan M.AG.Muhammad Alfan Drs..studi budaya di indonesia.bandung:PUSAKA SETIA,2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar